Profil

Tangerang Jatiuwung

Sejarah singkat dan profil Pondok pesantren Al-kamil
Pondok Pesantren Al-Kamil tidak berdiri langsung seperti keadaan yang kita saksikan pada hari ini.  Al-kamil tumbuh selaras dengan perjuangan yang tidak kenal lelah, perjuangan yang didasarkan atas niat ibadah untuk mencerdaskan kehidupan manusia, manusia yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.


Pondok Pesantren Al-kamil didirikan pada tanggal 17 Juli Tahun 2004 M berlokasi di Kp. Doyong Kota Tangerang, pada awalnya tempat ini adalah sebuah tempat yang kumuh berupa kontrakan milik keluarga pengasuh pesantren KH. Muhammad Encep Komaruddin yang ditempati oleh para pekerja pabrik yang setiap harinya selalu beraktifitas buruk di tempat ini. Seiring dengan berjalannya waktu dan tekad yang kuat pengasuh pesantren, maka tempat ini dipercayakan kepada menantunya yang bernama KH. Ahmad Wildan, Putra bungsu dari sembilan bersaudara lahir pada tanggal 17 Mei 1975 dari pasangan  K.H. Muhammad Syueb dan Hj. Entim Husnul Khotimah, Suami tercinta dari Rosia Mariana putri ketiga dari pasangan KH. Muhammad Encep Komaruddin dan siti Nurlaila. berbekal pengalaman yang dimiliki serta keilmuan yang mumpuni maka didirikanlah Pondok Pesantren Al Kamil, Nama Pondok Pesantren Al Kamil diambil dari nama kakek dari pengasuh ( KH. Muhammad Encep Komaruddin ) yang bernama Abah Kamilin selaku pemilik tanah yang juga memiliki cita-cita untuk menjadikan tempat ini sebagai sarana Pendidikan Islam atau Pondok Pesantren.Sejarah awal Al-kamil adalah kisah tentang perjuangan, dedikasi dan kerja keras. Bermula dari sebuah kontrakan 80 pintu yang amanahkan dari KH. Encep Komarudin kemudian dijadikan tempat belajar serta asrama pertama. Berbekal tanah dan bangunan kontrakan tersebut KH. Ahmad Wildan mulai sedikit demi sedikit membangun ruangan-ruangan kelas demi berjaannya proses pembeajaran yang lebih baik  lagi.KH. Ahmad Wildan memainkan semua peran pendidikan dan pengajaran. Ia sebagai pemimpin, guru, kepala madrasah, serta pengawas yang melakaukan pengawasan keseharian. Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah santri yang mengenyam pendidikan di Al-kamil terus bertambah dari tahun ke tahun. Buah dari dedikasi yang panjang, sikap istiqamah dan keikhlasan atas kepercayaan yang diberikan untuk mengasah generasi muda muslim dengan kualitas pendidikan dan pengajaran yang baik. Di bantu oleh tenaga pengajar majlis guru yang kompeten lulusan pesantren, serta lulusan luar negri.


Pondok Pesantren Al Kamil dinaungi oleh Yayasan Kamilul Awwabin milik KH. Muhammad Encep komaruddin yang berlokasi di Sepatan. Hingga saat ini Pondok Pesantren Al Kamil telah berkembang pesat dengan miliki jumlah santri sebanyak 800 ( santri mukim ) & 200 Siswa/i RA-MI ( Tidak mukim ).Romantika Al-Kamil pada masa silam adalah cerita airmata keprihatinan, perjuangan yang penuh dengan keterbatasan. Namun tidak menyurutkan niat untuk mengabdi dan menebar ilmu pengetahuan. Niat dan kemauan yang kuat itu menjadi modal untuk terus merayap penuh keyakinan disertai ketekunan dan kesabaran. Disamping itu keinginan untuk melahirkan kader pemimpin umat yang beriman, bertaqwa dan berpengetahuan, Al-kamil terus berpacu, mengikuti irama dunia pendidikan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Selaras dengan fungsinya sebagai lembaga tafaquh fi diin, yang berprinsip sebagai lembaga pendidikan yang berdiri di atas dan untuk semua golongan.Sebagai upaya untuk merespon kemajuan pendidikan yang terus berubah dan berkembang, maka Al-kamil memiliki beberapa program unggulan di dalamnya yaitu Program Tahfidz, Program kitabussalafiyah, dan program Bahasa. Berorientasikan setiap santri dapat menghapal surat-surat dalam al-quran dan menjadikan sebagai pedoman dalam kehidupannya, dan  hakikatnya setiap santri bisa membaca kitab kuning serta memahami kandungan didalamnya, dan santri memahami serta dapat mempraktekan Bahasa arab dan Bahasa inggris dalam kehidupan di masa modern dan berkembang di zaman sekarang.
Kini Al-kamil sudah mulai berkembang kini Al-Kamil sudah mulai banyak yang mengetahui, tentunya semua itu karena kesungguhan buah hasil dari perjuangan selama 16 tahun. __man yazro’ yahsud, idzaa shodaqol ‘azmu wadhoha-ssabiilu_