Masjid

Tangerang Jatiuwung

Masjid Nurul Kamil

Masjid di pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah lima waktu, tetapi lebih dari itu masjid memiliki peran yang strategis dalam proses pendidikan dan pembelajaran di pesantren. Kyai pimpinan pesantren dapat menyampaikan nasehat-nasehatnya kepada para santri di masjid. Demikian juga para Asatidz dapat memberikan¬† taushiyahnya kepada para santri di masjid. Yang tidak kalah pentingnya, masjid juga sebagai tempat pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri, baik belajar membaca secara morattal atau membaca indah dengan lagu Quro.

Masjid juga merupakan sarana sosialisasi bagi para santri. Pada waktu-waktu senggang, atau pada saat-saat menunggu datangnya waktu shalat berjamaah, sebagian santri memanfaatkan masjid sebagai sarana tukar informasi dan diskusi non-formal, ngobrol, bercengkrama memperbincangkan kehidupan mereka di pesantren, dan bahkan kehidupan mereka setelah lulus dari pesantren nanti. Dengan  adanya komunikasi semacam ini, akan terbentuklah  ukhuwwah yang erat di antara santri, sehingga terjalin kehidupan yang harmonis di antara memreka, baik ketika mereka berada di pesantren, dan bahkan setelah mereka lulus dari pesantren dan kembali ke daerah masing-masing.

Di samping itu, masjid juga berfungsi sebagai sarana menyampaikan berbagai informasi, baik yang dilakukan oleh bagian penerangan organisasi santri, maupun oleh para ustadz pembina. Di masjid,  kyai dan para ustadz juga memberikan nasehat, arahan, dan tuntunan agar para santri selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya, dan mengaplikannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, baik selama mereka tinggal di pesantren, maupun nanti setelah mereka menamatkan studinya dari pesantren.